Translate

Kamis, 07 Juni 2012

Foto Olah Lahan SRI





Foto Kami.. Sebuah Memori yang Nanti akan Dirindukan.. :)




Chheeeessseeeeee......  :)
Foto ini diambil setelah melakukan pengolahan sawah untuk praktek menanam padi, maklum kami adalah mahasiswa D3 Agroteknologi. Jadi, mau tidak mau untuk menjadi mahasiswa yang baik (*sombong banget siicchhh :P) harus melakukan praktek dengan baik dan juga ditambah kotor-kotoran dah. namanya aja anak agro ya mainnya cangkul ama lumpur hehehee. liat aja tuh fotonya, udah pada dekil, kotor, di lahan berlumpur lagi. jiann lengkap banget paljaran disini. dari mulai dikelas sampai praktik langsung di lapangan (SAWAH)..hahahahaha
lahan yang kami garap akan ditanaman padi dengan metode tanam SRI atau Sistem of Rice Intensifikation. apa itu SRI? kapankah dia pulang? hehehee
SRI adalah sistem budidaya padi dengan menggunakan sedikit air. Jadi lahan yang digunakan tidak atau hanya sedikit air tidak banyak air seperti pada proses pertanian padi pada kebanyakan. 

SRI ( System of Rice Intensification ) adalah cara budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu di Pulau Madagaskar dimana kondisi  dan keadaannya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Karena kondisi lahan pertanian yang terus menurun kesuburannya, kelangkaan dan harga pupuk kimia yang terus melambung serta suplai air yang terus berkurang dari waktu ke waktu, maka dikembangkanlah metode SRI untuk meningkatkan hasil produksi padi petani Madagaskar pada saat itu,  dengan hasil yang sangat mengagumkan. Saat ini SRI telah berkembang di banyak negara penghasil beras seperti di Thailand, Philipina, India, China, Kamboja, Laos, Srilanka, Peru, Cuba, Brazil, Vietnam dan banyak negara maju lainnya. Melalui presentasinya Prof. Norman Uphoff dari universitas Cornell, USA, pada tahun 1997 di Bogor, SRI diperkenalkan di Indonesia. Dan sejak tahun 2003 penerapan dilapangan oleh para petani kita di Sukabumi, Garut, Sumedang, Tasikmalaya dan daerah lainnya memberikan lonjakan hasil panen yang luar biasa

Cara budidaya SRI sebenarnya tidak asing bagi para petani Indonesia, karena sebagian besar prosesnya sudah dipahami dan biasa dilakukan. Metoda SRI ini dinamakan bersawah organik dan menghasilkan padi/beras organik karena mulai dari pengolahan lahan, pemupukan hingga penanggulangan serangan hama sama-sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia


Pengembangan metode SRI di Indonesia merupakan salah satu upaya perbaikan lahan tanaman pangan khususnya padi yang ada di Indonesia. Sudah berpuluh tahun lahan pertanian tanaman khususnya padi menggunakan pupuk kimia. Dan kebutuhan yang diperlukan setiap tahun semakin meningkat. maka tidak mengherankan bila dalam beberapa waktu ini kebutuhan pangan di Indonesia harus mengimpor dari rumah tetangga (Negara Tetangga).  (ngomong apa sichhh...??!!! ehehehee)
 

Meskipun padi organik ”SRI” ini merupakan solusi dan masa depan bagi petani, baik petani yang memiliki sawah dan menggarap sendiri atau pemilik sawah dengan petani penggarapnya, tetapi  memang disadari bahwa untuk mengembangkannya tidak mudah. Cukup banyak kendala serta tantangan, baik dari sisi para petani maupun masih kurangnya perhatian dan dukungan pemerintah. Dari sisi petani, selain pemahaman konsep, kultur, kemauan, motivasi serta kerja keras petani yang tidak sama, juga sistem bisnis atau tata niaga baik pada pupuk-pestisida kimia maupun padi atau beras yang sudah berjalan bertahun-tahun menjadi kendala tersendiri. Diperkirakan metoda ”SRI” ini akan memporak porandakan kemapanan sistem bisnis dan tata niaga pupuk dan pestisida kimia, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada pihak-pihak yang merasa terganggu kemapanan bisinisnya oleh metoda ”SRI” ini.

Bagaimanapun  perubahan dan revolusi pertanian tanaman pangan harus dilakukan untuk masa depan bangsa ini, dan dengan niat yang tulus untuk membantu nasib para petani, pemilik sawah serta masa depan pertanian serta  bangsa kita agar tidak terus menerus hanya bisa mengimpor beras saja, kami akan terus mengsosialisasikan metoda SRI kepada para petani dan pemilik sawah. Karena di dunia saat ini ”SRI” sudah berkembang pesat, kami tidak ingin petani dan bangsa ini semakin tertinggal dan bergantung pada bangsa lain dalam hal pengadaan pangannya. Padahal kita memiliki potensi lahan yang lebih subur dibanding negara manapun. Prinsip kami, petani harus sejahtera dan mandiri

Dan Kami Mahasiswa Agroteknologi Politeknik Banjarnegara mendukung perjuangan untuk mensejahterakan petani dengan mengenalkan metode SRI kepada masyarakat petani di Banjarnegara sebagai awalnya.

*Diambil dari BUKU PETUNJUK SRI Padi organik SRI  Cara bertani seksama dan alami ( CBSa )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar