Foto Kami.. Sebuah Memori yang Nanti akan Dirindukan.. :)
Chheeeessseeeeee...... :)
Foto ini diambil setelah melakukan pengolahan sawah untuk praktek menanam padi, maklum kami adalah mahasiswa D3 Agroteknologi. Jadi, mau tidak mau untuk menjadi mahasiswa yang baik (*sombong banget siicchhh :P) harus melakukan praktek dengan baik dan juga ditambah kotor-kotoran dah. namanya aja anak agro ya mainnya cangkul ama lumpur hehehee. liat aja tuh fotonya, udah pada dekil, kotor, di lahan berlumpur lagi. jiann lengkap banget paljaran disini. dari mulai dikelas sampai praktik langsung di lapangan (SAWAH)..hahahahaha
lahan yang kami garap akan ditanaman padi dengan metode tanam SRI atau Sistem of Rice Intensifikation. apa itu SRI? kapankah dia pulang? hehehee
SRI adalah sistem budidaya padi dengan menggunakan sedikit air. Jadi lahan yang digunakan tidak atau hanya sedikit air tidak banyak air seperti pada proses pertanian padi pada kebanyakan.
Pengembangan metode SRI di Indonesia merupakan salah satu upaya perbaikan lahan tanaman pangan khususnya padi yang ada di Indonesia. Sudah berpuluh tahun lahan pertanian tanaman khususnya padi menggunakan pupuk kimia. Dan kebutuhan yang diperlukan setiap tahun semakin meningkat. maka tidak mengherankan bila dalam beberapa waktu ini kebutuhan pangan di Indonesia harus mengimpor dari rumah tetangga (Negara Tetangga). (ngomong apa sichhh...??!!! ehehehee)
Meskipun padi organik ”SRI” ini
merupakan solusi dan masa depan bagi petani, baik petani yang memiliki sawah
dan menggarap sendiri atau pemilik sawah dengan petani penggarapnya, tetapi memang disadari bahwa untuk mengembangkannya tidak mudah. Cukup banyak kendala
serta tantangan, baik dari sisi para petani maupun masih kurangnya perhatian
dan dukungan pemerintah. Dari sisi petani, selain pemahaman konsep, kultur,
kemauan, motivasi serta kerja keras petani yang tidak sama, juga sistem bisnis
atau tata niaga baik pada pupuk-pestisida kimia maupun padi atau beras yang
sudah berjalan bertahun-tahun menjadi kendala tersendiri. Diperkirakan metoda ”SRI” ini akan memporak porandakan
kemapanan sistem bisnis dan tata niaga pupuk dan pestisida kimia, sehingga
tidak menutup kemungkinan akan ada pihak-pihak yang merasa terganggu kemapanan
bisinisnya oleh metoda ”SRI” ini.
Bagaimanapun
perubahan dan revolusi pertanian tanaman pangan harus dilakukan untuk masa depan bangsa ini, dan dengan niat
yang tulus untuk membantu nasib para petani, pemilik sawah serta masa depan
pertanian serta bangsa kita agar tidak
terus menerus hanya bisa mengimpor beras saja, kami akan terus
mengsosialisasikan metoda SRI kepada para petani dan pemilik sawah. Karena di dunia
saat ini ”SRI” sudah berkembang
pesat, kami tidak ingin petani dan bangsa ini semakin tertinggal dan bergantung
pada bangsa lain dalam hal pengadaan pangannya. Padahal kita memiliki potensi
lahan yang lebih subur dibanding negara manapun. Prinsip kami, petani harus sejahtera dan mandiri
Dan Kami Mahasiswa Agroteknologi Politeknik Banjarnegara mendukung perjuangan untuk mensejahterakan petani dengan mengenalkan metode SRI kepada masyarakat petani di Banjarnegara sebagai awalnya.
*Diambil dari BUKU PETUNJUK SRI Padi
organik SRI Cara
bertani seksama dan alami ( CBSa )
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar